Trust To Be Trusted di Hari MERDEKA

Oleh: Ali Syafa’at, M.Pd/ HRT P6A Abdullah Ibnu Muqaffa

Saat suasana pandemi seperti ini tentu suasana perayaan hari merdeka berbeda dengan sebelumnya, namun tentunya tidak mengurangi rasa syukur kita atas hari kemerdekaan ini dengan berbagai hal kegiatan positif. Perayaan hari kemerdekaan merupakan hari dimana untuk pertama kalinya bangsa kita terbebas dari penjajahan bangsa lain dan kita menyatakan diri merdeka atau independen, berdiri diatas kaki sendiri.

Mengartikan independen selain hak, juga mengandung arti tanggung jawab besar yang harus diemban sebagai bangsa dan pribadi yang baik. Tentu tidak serta merta simsalabim kita langsung mampu menjadi pribadi baik sebagai bangsa, ada hal-hal yang perlu dilatih sejak dini hingga kita betul-betul mencintai diri sendiri juga negara kita.
Masih ingat kah kita saat kecil, dimana kehidupan kita akan selalu bergantung pada ayah ibu, apapun yang kita lakukan tak lepas dari campur tangan ayah ibu, kita percaya sepenuhnya apa yang dilakukan ayah ibu ke kita, artinya diri kita saat kecil belum independen/merdeka dan masih bergantung.
Namun ketika kita tumbuh menjadi seorang remaja lalu kemudian kita bisa bilang sama ayah ibu, ayah aku sekarang sudah besar, aku mau bepergian sendiri, mau belanja sendiri, mau menentukan kampus pilihanku sendiri, mau ini itu sendiri pokoknya. Celotehan ini tentunya membuat seorang ayah ibu senang juga bisa tersenyum lalu mengangguk-nganggukkan kepalanya tanda bahwa ayah ibu setuju, artinya kehidupan anaknya sudah tidak bergantung lagi sama dia. Lalu suatu hari ternyata seorang ayah ibu melihat dan menyaksikan anaknya mau jatuh atas pilihannya sendiri, peluk ayah ibu langsung menghapiri dan anak tidak jatuh. Artinya jiwa merdeka ada akan tetapi masih perlu bimbingan, dependen trust belum sepenuhnya ada didiri anak.

Dependen trust ini harus dibangun dan dimengerti oleh anak, saat kecil banyak sekali tindakan-tindakan membahayakan yang dilakukan oleh seorang anak dan mereka tidak menyadarinya karena selalu ada orang dewasa disampingnya seperti orang tua, guru dan juga pengasuh yang dipercaya menjaga dan menasehatinya hingga anak tumbuh maksimal.

Lalu kemudian apa itu dependen trust? Dependen trust adalah disaat kamu mengatakan ingin merdeka/dependen, saat itu pula TRUST berpindah dari orang tua, guru dan pengasuh kepada diri kamu. Apakah dirimu mampu dipercaya untuk menjaga keamanan dan keselamatanmu? Apakah dirimu bertanggung-jawab atas perkembanganmu secara penuh? Ingat bahwa ketika kamu menyatakan merdeka/independen maka bukan hanya hak kamu saja yang perlu kamu perhatikan, kewajibanmu juga perlu kamu perhatikan, karena saat ini keamanan dan keselamatanmu menjadi tanggungjawab dirimu sendiri. Dan jangan sampai kemerdekaanmu merusak dirimu sendiri dan terlibat banyak masalah. Bila kamu mampu, maka kamu sudah naik level menjadi pemuda merdeka yang bisa dipercaya/ Independen Trust level.

Setelah kamu menjadi pemuda merdeka bisa dipercaya, maka kamu akan menghadapi hidup saling ketergantungan satu sama lain, untuk membangun hubungan ini maka kita perlu membangun lingkungan yang positif, pilihlah teman-teman yang bisa dipercaya dan diandalkan, bukan lingkungan yang akan menjerumuskanmu kedalam masalah kehidupan. Ingatlah ayah ibumu juga bagian dari lingkungan positifmu, orangtuamu mengandalkanmu dan mempercayaimu dalam menentukan kehidupanmu dan kamu juga bisa tetap mengandalkan dan mempercayai orang tuamu sebagai penasehat dan pembimbing, Trust to be trusted.

Wahai diri, negara kita saat ini adalah negara merdeka artinya kita masing-masing berhak atas apa yang kita lakukan, berhak mengeluarkan pendapat, berhak atas kebebasan dan lainnya. Namun, belum cukup untuk membawa kita dalam kebaikan jika kita tidak mampu mengendalikan kebebasan itu, belum cukup juga membawa negara kita maju jika kita masih dalam stigma SARA, saling mencaci maki satu dengan lain, tidak menghargai perbedaan yang ada, suka merasa paling benar sendiri dan lainnya.

Move and change bersama-sama dalam kebaikan diri untuk bangsa ini, selalu terus belajar jika mendapati kesalahan, selalu mengingatkan jika terjadi kekhilafan dan seterusnya.

“You must be the change you wish to see in the world”-Mahatma Gandhi-

“The cause of freedom is not the cause of a race or a sect, a party or a class. It is the cause of humankind, the very birthright of humanity”.- Anna Julia Cooper-.

Salam Merdeka
Have a great day

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.