Syafana Islamic Boarding School: Menggagas Pesantren Unggulan

Oleh: H. Nanang Firdaus Masduki, Lc

Sejarah Pesantren

Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa ini. Walaupun memiliki kontribusi besar terhadap dinamika  bangsa, belum ada kata sepakat diantara para sejarahwan kapan sebenarnya awal mula berdirinya pondok pesantren di tanah air. Hanya saja semua menyepakati bahwa pesantren adalah salah satu instrumen utama penyebaran dan pengajaran agama Islam di Nusantara. Perannya sangat besar dalam masa-masa awal penyebaran Islam di Nusantara hingga kini.

Melalui lembaga ini, telah lahir banyak tokoh besar yang pada setiap masanya menjadi motor penggerak untuk kemaslahatan bangsa. Melalui pesantren, lahirlah tokoh-tokoh yang memainkan peran penting dalam khazanah intelektualisme Islam dan kebangsaan. Diantara mereka adalah Syaikh Nawawi Al Bantany dari Tanara Banten, Syaikh Mahfudz Al-Tirmasy dari Termas, syaikh Yasin Al-Fadany dari Padang. Kita juga pernah mendengar tokoh-besar era berikutnya seperti KH. Hasyim Asyhary, pendiri Nahdhatul Ulama.  KH. Ahmad Dahlan, pendiri Muhamadiyyah dan masih banyak lagi tokoh luar biasa yang kontribusinya sangat besar pada negara ini.

Sebagaimana sudah disebutkan diatas, pada mulanya pesantren adalah lembaga pendidikan yang mengkhususkan diri bagi para santri yang akan mempelajari agama Islam. Pada masa dahulu, pesantren memang diproyeksikan untuk mencetak para ahli agama. Namun seiring perjalanan waktu, seperti diketahui, sejak awal tahun 80-an, sebagaimana diungkapkan Karel Steenbring dalam Pesantren Madrasah Sekolah (1986), pendidikan pesantren telah bergeser ke arah pendidikan formal, dari kiai haji menjadi doktorandus. Pergeseran ini mencapai puncaknya saat muncul UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas. Kini, hampir semua pesantren (untuk tidak mengatakan seluruhnya) beramai-ramai mendirikan lembaga pendidikan formal, baik yang berbentuk sekolah (SD, SMP, SMA/SMK) maupun madrasah (MI, MTs, MA). Jika sebelumnya pesantren hanyalah sebatas pendidikan non-formal yang dikelola oleh para kyai, ustadz, ajengan, Tuan Guru dan Tengku dalam mengajarkan pendidikan Islam, kini pesantren juga menyediakan pendidikan umum bagi para santrinya. Pergeseran pola ini yang sekarang terjadi di berbagai pesantren di tanah air. Walaupun kita juga masih mendapati berbagai pesantren yang tetap fokus pada tujuan awalnya untuk mencetak para ahli agama.

Pendirian Syafana Islamic School Boarding School (SIBS)

Sesuai dengan filosofi yang dianut Syafana Islamic School, pendirian berbagai jenjang pendidikan di Syafana Islamic School sejak pertama kali didirikan pada tahun 2005, dilakukan dengan cara bertahap. Dimulai dari Playgroup dan Kindergarten, kemudian Primary, Lower dan selanjutnya Upper Secondary. Diantara tujuan pendirian jenjang pendidikan secara bertahap tersebut adalah untuk memastikan setiap kegiatan belajar mengajar yang dilakukan sesuai dengan perencanaan dan target yang hendak dicapai. Dan syukur alhamdulilah, setelah melewati perjalanan sekian tahun, seluruh proses pendirian mulai jenjang Playgroup hingga Secondary (SMA) sudah kami lalui. Bahkan Syafana Islamic School telah meluluskan lulusan SMA-nya dan melanjutkan pendidikannya ke berbagai perguruan tinggi di dalam dan luar negeri. Berikutnya, what’s Next? Setelah semua jenjang pendidikan sudah kami lalui, apa langkah berikutnya? Sesuai dengan blue print (cetak biru) Syafana Islamic School, maka atas izin Allah Swt pada tahun pelajaran 2021-2022 Syafana Islamic School membuka program baru yaitu Boarding School atau pesantren.

Konsep Syafana Islamic Boarding School

Jika pesantren pada umumnya sengaja didirikan sejak awal sebagai sebuah lembaga pesantren kemudian diikuti dengan pendidikan formal lainnya, maka hal yang berbeda dengan Syafana Islamic Boarding School (selanjutnya disingkat SIBS). Sebagaimana diketahui bahwasannya sebelum pendirian SIBS, Syafana sudah menyelenggarakan jenjang pendidikan dari Playgroup hingga SMA  dengan sistem full day. Artinya setiap hari kurang lebih 2000 (dua ribu) siswa-siswi pergi-pulang dari rumah ke sekolah. SIBS adalah bagian integral dari sistem pendidikan Syafana secara holistik yang selama ini berjalan.

Diantara alasan pendirian SIBS adalah menyiapkan intensifikasi program dan kegiatan di Syafana Islamic School ditambah dengan berbagai kegiatan variatif lainnya di luar jam formal sekolah. Jika seorang siswa yang sudah tercatat sebagai siswa Syafana program full day akan menjalani proses belajar di sekolah sejak pagi hingga sore hari. Setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing dan melakukan berbagai kegiatan secara mandiri. Sementara bagi siswa boarding, setelah melakukan kegiatan belajar formal di sekolah, mereka langsung melakukan berbagai kegiatan yang beraneka ragam di asrama dalam pengawasan para pengasuh yang kompeten. SIBS juga  memberikan alternatif pilihan bagi siswa-siswi yang berminat mendapatkan pendidikan di Syafana namun terkendala jarak. Misalnya, siswa-siswi yang berada di luar kota atau masih jabodetabek tentu akan sulit jika proses kegiatan belajarnya dilakukan secara full day. Maka boarding adalah pilihan yang tepat. Atas dasar itu, di SIBS nanti akan dipisahkan antara lokasi asrama dan kelas formal. Kelas formal akan diseleggrakan di lokasi secondary saat ini. Sementara Asrama SIBS berdiri terpisah tak jauh dari lokasi secondary. Jarak diantara keduanya memakan waktu perjalanan sekitar 5-10 menit dengan menggunakan bus jemputan yang disiapkan.

Desain Program

Ketika berbicara tentang pesantren, pikiran yang muncul di benak kita adalah bahwa seseorang yang memilih mengeyam pendidikan di pesantren adalah mereka yang ingin takhasus memperdalam agama. Mindset semacam ini saya pikir tidak sepenuhnya salah. Karena memang dahulu kala seperti itulah faktanya. Tapi seiring perkembangan zaman, kini pesantren tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin takhasus ilmu agama tapi juga membuka pintu lebar-lebar bagi mereka yang ingin memperdalam bidang-bidang umum lainnya.

Dalam hal pendidikan, Syafana pada dasarnya menganut prinsip tidak mendikotomikan antara pendidikan agama dan pendidikan umum. Secara prinsip, semua materi-materi dasar seperti pendidikan agama, matematika, ilmu alam adalah hal wajib yang harus dikuasai oleh setiap siswa. Adapun pengembangannya adalah bersifat pilihan sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Atas dasar prinsip tersebut, SIBS tidak hanya diperuntukkan bagi mereka yang ingin takhasus agama semata tapi juga diperuntukkan bagi setiap siswa yang ingin memperdalam bidang-bidang lainnya.

Secara umum, desain program yang akan diterapkan di SIBS terdiri dari 5 (lima) hal, yaitu:

Pertama, Ta’zizul Al Akhlaqiyyah (reinforcement character)

 Terdapat sebuah kaidah bahasa Arab yang sering dijadikan rujukan yaitu Al Akhlak fauqal ilmi atau al akhlaq qabla al Ilmi (mendahulukan Akhlak sebelum ilmu pengetahuan).

ABDURAHMAN bin Qasim, seorang pelayan Imam Malik bin Anas, menuturkan kesaksiannya selama  menjadi pelayan beliau. Kata Abdurrahman, “Tidak kurang dua puluh tahun aku menjadi pelayan Imam Malik. Selama 20 tahun tersebut, aku perhatikan beliau menghabiskan 2 tahun untuk mempelajari ilmu dan 18 tahun untuk mempelajari akhlak. Imam Malik dan para ulama yang baik lainnya, selalu menjaga kualitas akhlaknya. Akhlak kepada Allah, Rasul, dan sesamanya. Ketinggian derajat, pencapaian ilmu yang mendalam, dan kebesaran wibawa, tidak membuat mereka merasa lebih mulia dan lebih baik baik dari orang lain. Inilah ajaran yang harus menjadi titik fokus utama di SIBS.

Kedua, tahfizh Al-Quran 30 juz

Seorang ulama mengatakan, Al-Quran adalah mukjizat terbesar yang diturunkan kepada Baginda Rasulullah Saw. Semua yang berhubungan dengan Al-Quran, maka Allah angkat derajat setinggi-tingginya. Nabi Muhamad Saw adalah nabi penerima Alquran, maka Allah Swt jadikan beliau sebagai sebaik-baiknya makhluk. Kota Mekkah adalah kota dimana Alquran pertama kali diturunkan, maka Allah Swt jadikan kota tersebut sebagai kota suci. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana diturunkannya Al Quran, maka Allah jadikan Ramadhan sebagai bulan terbaik. Jika semua yang berhubungan dengan Al-Quran Allah angkat derajatnya, maka hal  yang sama juga akan terjadi jika putra-putri kita menjadi penghafal dan pengkaji Al-Quran. Di SIBS kelak, semua santri berkewajiban menghafal Al-Quran dengan jadwal tersusun.

Ketiga, Leadership dan organizational skill

Diantara masalah akut bangsa ini adalah krisis kepemimpinan. Kita tampak kesulitan mencari sosok pemimpin ideal yang bisa menghantarkan bangsa ini menuju gerbang kemakmuran dan keadaban. Karena itu, Fokus kami berikutnya di SIBS ini adalah melatih leadership dan organizational skill siswa-siswi agar kelak mereka mampu dan sanggup menjadi pemimpin masa depan. Leadership dan kecakapan berorganisasi adalah dua hal yang harus dilatih sejak dini. Menyelesaikan masalah, menjadi problem solver setiap masalah di sekelilingnya adalah hal-hal yang sudah seharusnya diajarkan sejak dini. Dan itu harus dilakukan secara berulang dan terus menerus secara konsisten. Sehingga kecakapan tersebut akan menjadi habit.

Keempat, Kurikulum

Kurikulum pendidikan yang akan diterapkan di SIBS adalah kurikulum nasional yang diperkuat dengan kurikulum Al Azhar Mesir untuk bidang-bidang keislaman serta kurikulum internasional untuk bidang-bidang pengetahuan umum. Selain kurikulum tersebut, SIBS juga akan diperkuat dengan intensive program by expert yaitu program-program penguatan dalam bidang yang spesifik yang akan diampu oleh para pakar di bidangnya. Disamping itu juga didukung oleh kegiatan ekstra kurikuler yang komprehensif. Implementasi program-program di sekolah kemudian akan diperkuat  melalui program intensifikasi selama berkegiatan di boarding.

Kelima, life skill

Tantangan masa depan yang akan dihadapi generasi muda kita adalah sejauhmana mereka memiliki life skil yang mumpuni. Yaitu Berbagai keterampilan atau kemampuan untuk dapat beradaptasi dan berperilaku positif yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi berbagai tuntutan dan tantangan dalam kehidupan sehari-harinya di tengah masyarakat secara efektif. Dan muara dari semua itu adalah kemandirian. Di SIBS, siswa-siswi akan dibekali oleh berbagai kegiatan pilihan yang sangat variatif seperti muhadharah, broadcasting, entrepreneurship, greenfarming dan lain-lain.

Semua program di SIBS tersebut akan didukung oleh berbagai fasilitas berupa kelas-kelas yang modern, lingkungan boarding/pesantren yang alami serta asrama yang bernuansa etnik. Sehingga siswa-siswi akaan merasa nyaman selama menempuh pendidikan di SIBS. Kombinasi antara infrastruktur sekolah yang modern dengan asrama yang natural adalah upaya kami membangun keseimbangan antara modernitas dan etnisitas.

Ala kulli hal, semua gerak langkah pendirian SIBS ini kami lakukan semata untuk mencari keridhaan Allah Swt. Mengikuti segala risalah Rasul-Nya yang selalu mengingatkan kita untuk mempersiapkan generasi penerus dengan sebaik-baik bekal dan persiapan. Kamipun yakin, jika pendidikan anak-anak kita didesain, dipersiapkan dan dikelola dengan sebaik-baiknya maka percayalah masa depan bangsa ini berada dalam genggaman mereka. Selamat bergabung siswa-siswi unggul dan terbaik di Syafana Islamic Boarding School. Marhaban…..

2 Comments

  • Ayu anita

    Excellent.. Wonderful

  • Harry Soediana

    Sukses selalu…aamiin yra

  • Write a Comment

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.