AL-QUR’AN DAN DISIPLIN SHOLAT BERJAMAAH DIBALIK KEBERHASILAN TIMNAS U-16 MENJUARAI AFF CUP

Oleh: Ustadz Dimas Hadam Karunia, S.I.P. (Primary Teacher)

Tiga puluh ribu manusia di stadion Maguwoharjo Sleman Yogyakarta, menjadi saksi keberhasilan timnas U-16 besutan pelatih Bima Sakti menjuarai AFF cup 2022.

Di tengah keringnya prestasi timnas senior di berbagai kompetisi regional maupun internasional.

Keberhasilan timnas U16 menjuarai turnamen di piala AFF U16 kemarin, menjadi penawar dahaga yang tak terhingga dan kado istimewa yang berharga untuk memperingati hari kemerdekaan negara tercinta Indonesia raya.

Sang pelatih, coach Bima Sakti menuturkan, anak-anak ini di-didik dan diajar, tidak hanya ilmu taktik sepak bola saja, tidak hanya ilmu fisiologi saja tapi, juga akhlaknya.

Hal itu kami mulai dengan disiplin beribadah sholat 5 waktu secara berjama’ah. Yang tidak sholat di masjid secara berjama’ah kami denda 100 ribu, yang masbuk kami denda 50 ribu, uang yang terkumpul dari denda tidak sholat berjama’ah dan masbuk itu kami sumbangkan ke panti asuhan.

Tidak hanya itu, coach bima dan para staf pelatih timnas U16 juga mengadakan lomba setoran hafalan surat Al quran. Ada salah satu punggawa timnas U16 yang berhasil menjadi juara karena mampu menyetorkan 22 surat Al quran (dikutip dari akun tiktok real masjid).

Mengesankan. Lihatlah, bagaimana sholat 5 waktu dan al quran lagi-lagi menjadi bukti keberhasilan dalam menggembleng dan menanamkan nilai mental, karakter, dan akhlak positif-konstruktif yang syumul bagi tumbuh kembang makhluk beradab yang bernama manusia.

Maka, berkaca dari kisah ini, sudah saatnya kita sebagai pendidik dan pengajar mampu untuk terus mendorong, memotivasi, dan mengarahkan anak didik kita akan urgensinya disiplin sholat dan berdekatan dengan Al quran.

Excul Al quran, tahfizh setiap pagi, aktivitas pendampingan sholat dhuha dan dzuhur di masjid adalah ladang dan wasilah kita untuk membentuk karakter dan mental pemenang anak didik kita.

Wal hasil, tolak ukur keberhasilan guru agama dalam mendidik dan mengajar bukan lagi sebatas, berapa juz yang mampu dihafal oleh anak didik, bukan lagi seberapa banyak nilai 100 nya yang tertera pada nilai raport akan tetapi, intensitas kehadiran berjama’ah di masjid ketika adzan berkumandang, senang membaca dan mentadabburi al quran – dengan menjadikan baca al quran bagian dari aktivitas keseharian, itulah yang seharusnya menjadi tolak ukur keberhasilan dalam mendidik dan mengajarkan, tentunya dengan dibarengi uswah dan keteladanan.

Bukti hadits nabi tentang sholat dan al quran sebagai barometer kualitas individual sudah semakin terang benderang.

Mari kita teruskan agar generasi yang kita didik kini bermental juara, bermahkotakan kemenangan, lewat keyakinan dan dekatnya diri mereka dengan Al quran dan disiplin sholat 5 waktu berjama’ah yang ditegakkan. Semoga. 🤲🏻🤝🙏🏻

1 Comment

  • Ummu Latifah

    Betul sekali Ustadz, terima kasih sudah menjadi bagian dari Syafana yang secara bersama-sama mendidik anak2 kita semua. Jazakillah khairan kepada Ustadz dan teman2 guru lainnya atas dedikasinya.

  • Write a Comment

    Your email address will not be published.

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.