Penuh Kebersamaan, Momen Makan Siang Bersama Siswa Syafana Islamic School

SYAFANA NEWS – Momen makan siang bersama siswa Syafana Islamic School-Primary, di Kampus Paradiso, Gading Serpong, penuh dengan kebersamaan.

Tampak, ratusan siswa sedang menikmati bekal santap makan siang bersama. Mereka duduk di kursi dan meja panjang saling berhadap-hadapan di dinning hall lantai 1 dan 4.

Dimulai dengan membaca doa makan bersama, satu persatu siswa membuka bekal makanan yang mereka bawa dari rumah dan katering dari sekolah. Terlihat, mereka makan dengan lahap.

Makan siang bersama ini merupakan budaya yaang dibangun terhadap para siswa agar untuk mempererat hubungan sesama siswa dan meningkatkan suasana riang gembira.

Syafana SBC Cambridge College, Melihat Indahnya Kota London

SYAFANA NEWS – Kegiatan Summer Boarding Courses (SBC) Syafana Islamic School, di Cambridge College, berlangsung menyenangkan dan menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Para siswa tampak sangat menikmati kegiatan yang diadakan. Seperti yang terjadi pada Sabtu 27 Juli 2024 lalu misalnya. Para siswa diajak pergi ke London.

Dengan menggunakan bus, mereka menempuh 2 jam perjalanan. Pukul 11.00 mereka tiba di sana, dan mereka disambut dengan udara yang cukup sejuk dengan matahari yang cerah.

Kota London cukup ramai oleh turis dari penjuru dunia. Di antara para turis itu, terdapat siswa Syafana Islamic School yang tengah mengikuti SBC di Cambridge College.

Di sana, mereka berkumpul di tengah kota dan diberikan kesempatan untuk berkeliling melihat Kota London hingga pukul 14.00, dan kembali lagi di tempat awal mereka berkumpul.

Setelah itu, mereka makan siang di foodcourt dan kegiatan dilanjutkan menuju ke museum.

Mereka mendatangi The British Museum. Museum yang berisi benda-benda peninggalan kuno dari seluruh dunia, mulai dari Cina, Somalia, Afrika, dan masih banyak lagi.

Kegiatan di museum ini juga menyenangkan. Para siswa diberikan kesempatan untuk menjelajahi setiap sudut museum, dan melihat seluruh koleksi yang ada selama 90 menit.

Dari museum, para siswa lalu menuju London Eye. Dalam perjalanan ke London Eye ini, para siswa diajak menyeberangi Sungai Thames melalui jembatan yang membelah jantung Kota London.

“Seru banget, dan ramai. Turis dari berbagi negara ngumpul di sini,” ucap Michio, salah satu siswa Syafana Islamic School, setelah 45 menit berjalan, Sabtu (27/7/2024).

Para siswa mengantre untuk menaiki bianglala raksasa. Ketika naik, mereka melihat hamparan Sungai Thames dari atas sana dengan kapal-kapal yang sibuk di atas sungai.

Tidak hanya itu, gedung-gedung tinggi kota London terpantau berjejer. “Bagus banget, karena bentuk bangunan di sini sangat khas sekali. Saya suka,” kesan Vanno.

Setelah bianglala berputar ke bawah, mereka turun dan dicek kembali kehadirannya. Saat dinyatakan lengkap dan tidak ada yang tertinggal, mereka menaiki bus pulang ke Cambridge.

Tiba di sekolah, mereka disambut oleh pizza. Para siswa bersorak dan makan bersama.

Belajar Menyenangkan di Kampus SIBS BSD City

SYAFANA NEWS – Berbeda dengan santri kebanyakan, suasana belajar mengajar di Syafana Islamic School-Boarding (SIBS), BSD City, berlangsung sangat nyaman dan menyenangkan.

Lingkungan yang hijau dengan banyak ruang terbuka, lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang, membuat siswa betah untuk berlama-lama di dalam kampus.

Koordinator SIBS, Zainal Mubarok mengatakan, dari total luas lahan 6.000 meter persegi, 40 persennya adalah ruang terbuka, terdiri dari lapangan olahraga, taman, hingga kolam renang.

“Para siswa juga ditemani oleh masing-masing guru pendamping yang dapat mengisi peran orangtua dalam melakukan pengawasan,” katanya, Rabu (24/7/2024).

Dijelaskan, kegiatan siswa boarding dimulai dari bangun pagi, pukul 04.00 WIB, melaksanakan salat tahajud. Dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah dan zikir pagi.

“Sebelum berangkat ke sekolah, para siswa juga tahdizd menghafal Al-Qur’an. Baru kemudian mereka sarapan, mandi dan berangkat ke sekolah,” jelasnya.

Untuk diketahui, para santri SIBS terdiri dari siswa Lower dan Upper Secondary.

“Jam 06.30 WIB, para siswa sudah mulai berangkat ke sekolah dengan school bus dan kembali lagi ke boarding pukul 15.30 WIB,” sambungnya.

Setibanya di boarding, para siswa akan mengikuti salat ashar berjamaah dan melakukan olahraga, seperti futsal, basket, badminton, tenis meja, renang hingga panahan.

Selain itu, para siswa juga bisa mengikuti life skill, seperti cooking class dan food development. Kegiatan ditutup dengan zikir sore, dan salat magrib berjamaah.

Menariknya, salat berjamaah dilakukan oleh santri sebagai petugasnya, seperti menjadi imam salat, memimpin zikir dan membaca doa.

“Setelah salat magrib, para siswa murojaah, diselingi ilmu tajwid oleh Syekh Hassan Hedia. Setelah itu, makan malam dan dilanjutkan dengan salat isya berjamaa,” jelasnya.

Pada malam hari, kegiatan dilanjut dengan sharing season berbagai tema di taman dan ruang terbuka. Setelah itu, siswa belajar mandiri hingga istirahat pukul 21.00 WIB.

“Untuk menghilangkan kejenuhan, para siswa akan dihibur dengan berbagai kegiatan menarik, seperti live musik, nonton bareng, mabar game online, barbeque dan lainnya,” paparnya.

Selain itu, para juga akan outing di malam hari, ke masjid-masjid iconik di Jabodetabek.

“Melalui berbagai kegiatan ini, diharapkan para siswa siap menghadapi tantangan di masa depan, bermasyarakat dan bisa mengenal adat istiadat di Indonesia,” tukasnya.

Catatan Hari Ketiga Syafana Summer Boarding Courses di Cambridge College

*SYAFANA NEWS* – Tidak terasa, tiga hari sudah siswa Syafana Islamic School-Upper Secondary mengikuti Summer Boarding Courses, di Cambridge College, Inggris.

Setiap hari, para siswa selalu mendapatkan pengalaman baru yang bisa dipetik jadi pelajaran.

Pendamping siswa, Sayyidah Rarastiti Reineastu mengatakan, selama di Cambridge, para siswa Upper Syafana Islamic School mulai bisa mengikuti kebiasaan positif para pelajar di Cambridge College.

“Ini hari ketiga kami di Cambridge College, ada banyak hal yang bisa dijadikan pelajaran oleh para siswa syafana tentang kebiasaan pelajar di sini,” katanya, Rabu (24/7/2024).

Dikatakan, kebiasaan para siswa di Cambridge College yang umum adalah berjalan kaki. Tidak hanya siswa, masyarakat di sana juga sangat gemar berjalan kaki.

“Aku merasa di sini anak-anak diajarkan lebih hidup sehat. Mereka harus jalan kaki setiap harinya untuk ke sekolah dari asrama dan itu cukup jauh. Tetapi mereka tampak senang,” jelasnya.

Adapun, jumlah siswa yang mengikuti Summer Boarding Courses adalah Faiz Aryasatya Ramadhan, Steven Emerson Amedeo, Ravanno Al Maliq, Michio Anindya Utomo, dan Athaya Billah Ramadhan.

Selain mulai terbiasa berjalan kaki, para siswa juga mendapatkan pengalaman baru dengan melakukan komunikasi langsung dengan siswa lain di Cambridge College.

Athaya Billah Ramadhan mengaku, ini merupakan kali kedua dia mengikuti Summer Boarding Courses, namun pertama kalinya di Cambridge College, London, Inggris.

“Tahun ini lebih enak. Makanannya di sini tuh lebih berasa. Staf dan para pengajarnya juga lebih asyik. Saya satu rumah dengan Vanno, dipisah dengan yang lainnya,” jelasnya.

Tentang pemisahan kamar itu, Sayyidah Rarastiti mengaku karena kedua siswa itu sama-sama telah berusia 17 tahun.

SBC – The journey to Cambridge

SYAFANA NEWS – Sunday, 21st July 2024, Upper Secondary Syafana Islamic School students, accompanied by me, left for the United Kingdom to partake in the Summer Boarding Courses at Cambridge College. They undertook a long 7-hour journey from Jakarta – Dubai. Then they waited 3 hours for the next flight departing to London which took another for 7 hours. Despite being tired, they were so enthusiastic. “I’m tired but really excited to participate in this programme,” said Faiz. As soon as we arrived at Heathrow airport, in London, we were awaited by our Programme representative from Spain named Natalia. She was so friendly and communicative. Then we were picked up by a driver from SBC and continued our journey to Cambridge for about 90 minutes. When we arrived we were greeted so warmly by the Principal of Cambridge College, Thom. Thereafter, our students were asked to complete the re-registration form and submit their suitcases to be delivered to the dormitory.

After leaving the dormitory, students had an opportunity to rest and clean up. After lunch, our students went straight to the hall to partake in orientation activities. They were divided into groups by disclosing their birth dates without speaking. Very exciting. Then several staff took them around Cambridge so they could get to know the environment.

On the second day, students followed the schedule starting with breakfast at 08.00, then they gathered again in the hall. Josh, the Student Director opened the activity splendidly by providing enthusiasm and motivation to the students. After that, they returned to class according to the major they chose. From the second to the fourth day, they will carry out activities in class.

This year, SBC in Cambridge College has 32 staff allocated, led by Thom, the Principal. In the first 2 weeks, Cambridge College was visited by 91 students, and in the following 2 weeks 112 students, including from Syafana Islamic School. “Apart from Indonesia, we were visited by students from many countries such as Romania, China, Japan, Russia, Italy, Turkey, Poland, America, Germany, Thailand, Brazil, and many more, so it’s 33 countries for all,” said Lakeisha, Welfare Manager.

Sydh Raras

Atasi Kekerasan di Media Sosial dengan Akhlak dan Shalawat

SYAFANA NEWS – Prilaku kekerasan pada anak melalui media sosial kian meresahkan. Untuk itu, dibutuhkan penanganan khusus dalam menghadapinya.

Hal ini diungkapkan Ipda Andika Hartanto, Kanit Binamas Polsek Pagedangan, saat sosialisasi “Perilaku Kekerasan, Bullying dan Cybercrime” di Syafana Islamic School-Lower Secondary.

“Banyak kekerasan remaja dilakukan di media sosial,” katanya, Senin (22/7/2024).

Dijelaskan, tidak hanya aksi kekerasan, prilaku kejahatan di media sosial atau cybercrime juga marak menimpa remaja.

“Untuk itu, dibutuhkan edukasi tentang penggunaan internet yang aman, komprehensif dan etika digital. Anak-anak juga butuh diawasi,” sambungnya.

Menurutnya, pengawasan ekstra terhadap remaja wajib dilakukan, tidak hanya oleh lingkungan sekolah. Tetapi juga para orangtua di rumah.

Sementara itu, Ustadz Muhammad Mulyanto mengatakan, salah satu upaya untuk menghindari remaja dari prilaku kekerasan adalah dengan akhlak dan shalawat.

“Sholawat itu dapat melembutkan hati, jika hatinya lembut maka akan dapat pula mengubah akhlak seseorang menjadi lebih baik, saat akhlak seseorang baik maka akan mencegahnya dari perbuatan jahat,” tukasnya.

BANGUN PAGI, TAHFIZH ALQURAN DAN MASA DEPAN SUKSES

Oleh: Nanang Firdaus Masduki

Bangun Pagi

Tahun 2018, sebuah buku self development karya Robin Sharma terbit. Buku berjudul “The 5 AM Club: Own Your Morning, Elevate Your Life (Miliki Pagi, Tingkatkan Hidup Anda) ini adalah buku best seller yang terjual jutaan eksemplar. Dalam buku ini, sang penulis, Robin Sharma menjelaskan tentang pentingnya memulai aktivitas keseharian kita sejak jam 5 pagi dan memanfaatkan waktu pagi kita sebaik mungkin. Di dalam buku ini juga dijelaskan tentang formula dan cara memaksimalkan waktu pagi kita sebaik mungkin untuk hidup yang lebih sukses, bahagia dan bermakna seperti para legenda di bidangnya.

Menurut Robin Sharma, untuk menjadi sukses dalam kehidupan personal dan profesional, kita perlu menerapkan kebiasaan-kebiasaan produktif sebagaimana yang dilakukan para legenda d bidangnya.
Kesuksesan bukanlah warisan atau pemberian, melainkan hasil dari kebiasaan positif dan produktif.

Kebiasaan produktif ini dimulai di pagi hari, jam 5 pagi. Hidup kita dalam satu hari ditentukan oleh cara memulai dan mengisi waktu pagi kita.

Pagi hari adalah waktu di saat kita berada dalam potensi terbaik dari diri kita. Ketika kita dapat memanfaatkan waktu pagi kita dengan sebaik-baiknya, maka kita akan mampu mengubah hidup kita seperti para legenda baik dalam bidang bisnis, politik,sosial dan lain-lain.

Masih menurut Robin Sharma, rutinitas pagi merupakan kunci dari semua aktivitas kita. Memulai aktivitas di pagi hari dengan kegiatan yang produktif akan mempengaruhi keseluruhan hari kita. Hidup kita akan menjadi lebih sehat, lebih bahagia dan lebih bijaksana jika kita tahu cara memanfaatkan waktu pagi kita. Intinya, orang-orang sukses dalam berbagai bidang di dunia ini selalu memulai aktivitasnya sejak pagi hari.

Pandangan Islam Tentang Keberkahan Waktu Pagi

Jauh sebelum orang-orang Barat memiliki kesimpulan tentang pengaruh bangun pagi terhadap kesuksesan hidup seseorang, 14 abad yang lampau, Islam sudah mengajarkan tentang kesitimewaan waktu pagi.

Allah SWT berfirman dengan waktu subuh dalam banyak ayat Alquran. Allah SWT berfirman dalam surat Al Fajr ayat pertama: وَالۡفَجۡرِۙ “Demi fajar”. Kemudian juga dalam surat Al- Lail ayat pertama وَالَّيۡلِ اِذَا يَغۡشٰىۙ “Demi malam apabila menutupi (cahaya siang)”. Allah Swt juga berfirman dalam surat at-Takwir ayat 18: وَٱلصُّبْحِ إِذَا تَنَفَّسَ “Dan demi subuh apabila fajarnya mulai menyingsing.” Ayat-ayat di atas hanyalah sebagian dari belasan ayat Alquran yang menyebutkan waktu subuh secara spesifik. Menurut para Mufasir, disebutkannya waktu subuh secara berulang hingga 13 kali dalam 8 surat Alquran menunjukkan keistimewaan waktu subuh bagi manusia.

Bukan saja dalam Alquran, kesitimewaan waktu subuh juga disebutkan dalam banyak hadist Nabi Muhammad SAW.
Dari Shakhar Bin Wadaah Al Ghomidy Ra dari Rasulullah Saw. Beliau bersabda: Ya Allah, Berkahilah Umatku di pagi hari”. Hadist diriwayatkan oleh Abu Dawud, Attirmidy, Ibnu Majah dan Addaramy. Masih banyak hadist Rasulullah SAW tentang keistimewaan waktu pagi. Dan disebutkan dalam Sirah Nabawiyyah, bahwa salah satu kebiasaan generasi awal kaum muslimin adalah tidur pada awal malam bada sholat isya dan bangun pada sepertiga malam. Kebiasaan baik itulah salah satu penyebab bagaimana berkualitasnya generasi awal kaum muslimin. Jumlahnya minoritas, tapi mampu mengungguli jauh kaum Kafir Qurays yang mayoritas berlipat-lipat.

Situasi tersebut berbeda jauh dengan kondisi umat Islam hari ini. Tertinggal jauh dalam banyak hal, menghabiskan waktu malamnya untuk begadang dan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat, bangunnya kesiangan dan malas-malasan.

Menghafal Alquran Pada Waktu Subuh

Apakah seseorang yang rutin bangun pagi akan serta merta hidupnya sukses? Belum tentu. Seseorang yang rutin bangun pagi dan akan sukses hidupnya jikalau ia kebiasaan bangun paginya diisi dengan hal-hal bermanfaat, terstruktur, konsisten dan tujuan yang jelas.

Merujuk kepada kebiasaan Rasulullah SAW. Beliau tidur bada isya. Kemudian jelang tengah malam Beliau bangun dan melakukan sholat sebagaimana perintah Allah SWT. Kemudian Beliau tidur lagi, kemudian bangun dan melakukan sholat sebagaimana perintah Allah SWT. Kemudian tidur lagi hingga dibangunkan oleh Azan Subuh lalu sholat dan tidak tidur lagi. Kebiasaan positif tersebut diikuti oleh para sahabatnya. Termasuk setelah subuh memberikan pengajaran kepada umatnya. Sehingga kebiasaan tersebut membentuk habit positif yang luar biasa di kalangan umat.

Sebagai umat Rasulullah Saw, salah satu cara terbaik kita menjalankan sunahnya adalah bangun pagi kemudian dilanjutkan dengan menghafal Alquran. Alquran adalah mukzijat terbesar yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad SAW. Membaca, menghafal, mempelajari maknanya, mendalami kandungannya, menjalankan ajarannya akan mengangkat derajat seseorang ke derajat terbaik di sisi manusia maupun di sisi Sang Pencipta.

Maka dibukanya program Tahfizh 30 juz adalah kesempatan terbaik dan tak boleh disia-siakan bagi para orangtua yang memimpikan melahirkan generasi terbaik, berkualitas, berdedikasi untuk kemajuan dan kesuksesan dirinya, kedua orangtuanya dan bangsanya. Kegiatan ini akan membentuk habit anak-anak kita untuk tidur lebih awal, bangun lebih pagi dan memulai aktifitas lebih dini dibanding orang lain. Kemudian mereka akan memulainya dengan meghafal dan mempelajari mukzijat terbesar bagi umat manusia. Maka jika seseorang melakukan rutinitas ini secara konsisten, ikhlas, bersungguh-sungguh niscaya Allah SWT akan angkat derajatnya sampai titik yang tidak pernah kita bayangkan sekalipun. Mari bergabung bersama Menghafal Alquran 30 juz dalam Program Tahfizh Alquran 30 juz di Syafana Islamic School. Wallahu alam bishowab.

Syafana Islamic School-Kindergarten Cilegon Park Buka Kelas Baru

SYAFANA NEWS – Syafana Islamic School-Kindergarten Cilegon Park, Banten, memulai tahun ajaran baru 2024-2025 dengan membuka kelas baru.

Dimulai dengan Welcoming Parents dan Parents Information Programme (PIP).

Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa datang dengan didampingi kedua orangtuanya masing-masing.

Setibanya di kampus Kindergarten Cilegon Park, para siswa dan orangtua disambut para sayyidah dengan senyum ramah.

Salah satu orangtua siswa Bpk Maula Addam Jet Jamaran mengatakan, putranya Muhammad Arrasyad Addam Jet merupakan pendaftar pertama di Kindergarten Cilegon Park.

“Saya tahu sekolah Syafana dari ibunya. Kalau ibunya memang sudah tahu, sekolah Syafana sudah besar di Tangerang,” katanya, didampingi sang istri Risma Mudzalifah, Sabtu (20/7/2024).

Dilanjutkan, saat tahu Syafana Islamic School-Kindergarten Cilegon Park dibuka, dirinya pun langsung mendaftarkan anaknya. Bahkan, menjadi pendaftar nomor 01 di Syafana Kindergarten Cilegon Park.

“Saya yang daftar pertama,” ungkapnya.

Sementara itu, Coordinator Curriculum Development, Sayyidah Windy Novianty mengatakan, tahun ajaran baru 2024-2025 ini Syafana Islamic School-Kindergarten Cilegon Park membuka dua kelas.

“Terdiri dari level playgroup dan toddler,” sambungnya.

Dirinya berharap, masyarakat Cilegon semakin mengenal Syafana Islamic School-Kindergarten Cilegon Park, Banten, dan mendaftarkan putra putrinya hingga menambah jumlah kelas yang dibuka untuk kedepannya.

Masa Orientasi Lower Secondary Syafana Islamic School Ditutup dengan Manis

SYAFANA NEWS – Student Orientation Day (SOD) Syafana Islamic School-Lower Secondary ditutup manis dengan penampilan kegiatan ekstrakulikuner siswa.

Principal of Lower Secondary, Ustadz Mantazakka mengatakan, pada tahun ajaran baru 2024-2025 ini, terdapat lonjakan siswa di Lower Secondary.

“Untuk siswa baru kita ada penambahan 139 siswa. Tahun lalu total siswa kita ada 387 siswa. Tahun ini ada 410 siswa, jadi ada tambahan,” katanya, Jumat (19/7/2024).

Dia berharap, masa SOD ini dapat mengenalkan siswa baru dengan lingkungan sekolah, sehingga tecipta rasa nyaman di sekolah dan siap mengikuti tahun ajaran baru 2024-2025.

“Harapan kami di masa orientasi ini, terjadi pengkondisian siswa agar mereka siap mengikuti kegiatan tahun ini dan ketika pekan depan aktif, mereka sudah siap,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia SOD Lower Secondary, Coach Evin Despriyanda mengatakan, selama tiga hari masa SOD, para siswa terlihat semangat mengikuti acara.

“Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Hari pertama, siswa Kelas 7 school tour pengenalan lingkungan sekolah. Untuk Kelas 9 kunjungan ke perpustakaan,” ungkapnya.

Sedangkan kelas 8, para siswa bersama home teacher mendekor kelas dan membuat peraturan kelas.

“Hari kedua, diawali senam bersama seluruh siswa dengan guru, lalu ada penyuluhan dari Polsek Pagedangan dengan tema behavioral education,” sambungnya.

Masuk hari ketiga atau terakhir, para siswa membuat demo kegiatan ektrakulikuler, seperti solo vokal, saman, dan tilawah Qur’an. Juga dikenalkan wall climbing, dan food development.

“Setelah itu ada fun game untuk siswa Kelas 7, 8, dan 9. Terakhir ada sesi bareng pengenalan kurikulum sekolah, baik dari keagamaan, akademik, dan bagian kesiswaan,” tutupnya.

Achievement Motivation Training Upper Secondary, Terus Bermimpi Kejar Cita-cita

SYAFANA NEWS – Setiap orang memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk sukses. Namun, hanya sedikit saja yang berhasil menggapai cita-citanya.

Di antara yang mereka sedikit itu adalah yang memiliki kemauan dan kesungguhan.

Managing Director Syafana Islamic School, H. Nanang Firdaus Masduki mengatakan, kemauan dan kesungguhan berusaha inilah yang menentukan added value seseorang.

Dia mencontohkan air kemasan. Semua air kemasan memiliki sumber yang sama, yakni air. Namun, setelah diolah dan dikemas berbagai macam, memiliki harga berbeda.

“Sumber sama, air, tetapi setelah diolah, orang-orang menyebutnya added value, harganya jadi beda,” katanya, saat mengisi achievement motivation training di kampus Upper Secondary, Jumat (19/7/2024).

Menurutnya, hal yang sama juga berlaku kepada siswa. Setiap siswa, memiliki added value berbeda satu dengan yang lain.

“Sekarang, bagaimana cara mencapai itu? Abaikan pendapat orang lain, bahwa sesuatu itu mustahil. Misal, aku ingin menciptakan pesawat, mobil listrik. Jangan takut, mimpilah setinggi-tingginya,” jelasnya.

Dengan bermimpi, maka seseorang akan memiliki motivasi dan semangat untuk belajar lebih tekun menggapai cita-cita.

“Bermimpilah setinggi-tingginya, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Tinggal kita, mau bekerja keras atau tidak,” sambungnya.

Dijelaskan dia, secara singkat ada enam kebiasaan orang sukses. Pertama, rutin bangun pagi, lalu rajin membaca dan kontemplasi atau berpikir dan merenung.

“Ketiga, melakukan rutinitas positif secara konsisten, disiplin (orang pintar kalah dengan orang yang disiplin), serta bangun kredibilitas dan kepercayaan (buat diri kita agar dibutuhkan orang lain),” tegasnya.